Pada kesempatan kali ini saya ingin menceritakan salah satu pengalaman saya di jepang yang benar2 mengubah cara pandang hidup saya dari sejak itu, sampai saat ini, dan mungkin selamanya. Sebagai permulaan perlu diceritakan bahwa saya dulunya itu pelit. Selagi waktu tinggal di jakarta hampir semua pengeluaran berasal dari keluarga. Dan uang yang saya peroleh saya tabung semua baik secara rahasia maupun secara terbuka di bank. Walaupun terbilang pelit tapi sebenarnya saya termasuk salah satu yang paling boros diantara teman2 seperjuangan lain yang kesini (karena saya hampir setiap hari makan di luar). Hahaha terdengar seperti kalimat yang membela diri sendiri seh :p
Ok lanjut. Tak lama setelah saya dipindahkan ke daerah aichi. Saya sempat kenalan dengan 1 orang jepang yang waktu itu sangat baik sekali. Dia bahkan sempat memberikan kotak p3k yang berisi obat2an, plester,dan barang2 sejenis ke saya. Kita sempat ngobrol banyak hal karena kebetulan kami berdua memiliki interest yang banyak terhadap banyak bidang.
Setelah kurang lebih 1 bulanan bila saya tidak salah, saya mulai menceritakan tentang kepelitan saya. Waktu itu karena badan yang sudah agak mengurus, ikat pinggang besarnya sudah tidak sesuai lagi. Oleh karena itu waktu itu saya bolongin sendiri sampai agak terkelupas kulit ikat pinggangnya. Tapi sebenarnya kalau dipakai tidak begitu kelihatan. Cerita tentang ikat pinggang itu saya ceritain ke dia. Hmmm ternyata dia sangat kaget dan mulai nasehatin saya untuk ga jadi orang pelit. Berhubung saya sifatnya kepala batu ya saya counter bilang ga ada waktu untuk beli aja dll. Sampai akhirnya terjadi perselisihan. Di email terakhir dia isinya seperti ini “hai kamu masih muda, masa untuk beli ikat pinggang saja tidak mampu, bagaimana kamu bisa menghadapi masa depan dengan sikap seperti itu, mana ada yang mau berteman dengan mu”
Buntut2 dari peselisihan itu adalah saya kehilangan dia sebagai salah satu kenalan terbaik saya waktu itu. Benar2 shock dan menyesal sekali saya karena sifat saya itu saya kehilangan salah 1 orang yang waktu itu bener2 baik ama saya. Kejadian tersebut benar2 membuka mata saya. Ya saya terlalu pelit. Saya bahkan tidak memberi value kepada sesuatu yang menurut saya penting. Udah saatnya berubah. Dan sejak kejadian itu saya berusaha untuk ga pelit lagi.
Untuk yang sudah sering mengunjungi blog ini tentunya tau bahwa saya sangat senang hunting makanan dan makan di luar. Akhir2 ini saya beri value tinggi untuk bisa menikmati hidangan yang berkualitas oleh karena itu saya berani mengeluarkan uang untuk itu.
Kalau dulunya pengeluaran saya dibudget-in 90% untuk beli makanan saja, sekarang saya punya budget sendiri untuk pergi ke social club, makan di luar (saya pisah dengan makan biasa sehari2), jalan2 dan lain sebagainya.
Pengeluaran saya pas awal2 datang di jepang adalah 1/4 dari gaji bersih. Tapi sekarang pengeluaran saya mencapai 2 kali lipatnya. yaitu 1/2 dari gaji bersih. Secara uang tentu uang yang saya kumpulkan perbulan pas waktu dulu lebih banyak, tetapi saya merasa sangat miskin sebab saya ga berani keluar uang untuk beli ini itu, secara mental sangat ketakutan untuk mengeluarkan uang sehingga saya merasa sangat miskin. Akan tetapi saat ini saya merasa jauh lebih kaya. Walaupun pengeluaran lebih besar dari sebelumnya, tapi saya merasa saya bisa membeli barang yang saya inginkan, makan apa yang saya mau, hidup terasa sangat indah dan saya merasa jauh lebih kaya raya dibanding sebelumnya.
Disini saya ceritakan pengalaman saya dimana sangat mengubah pandangan saya tentang hidup. Sekarang saya bisa memberi value tinggi terhadap hal yang menurut saya penting dan precious. Dari sejak saat itu saya merasa menjadi orang yang lebih dewasa sedikit.
warning : Entry ini bersifat pribadi dan tentu tidak semua orang sejalan pikirannya dengan saya.