Latest Entries »

neck pain relief

This might help you reduce or eliminate the neck and shoulder pain. Especially if you got the sharp pain in your upper back trapezius area. This is my original method.

 

Launching new website

My Professional Website as Japanese Interpreter will be launch. Please visit deddyeffendy.com

Some portion of this blog will also moved there.

Jasa Konsultan IT

Untuk anda yang sedang mencari Jasa Konsultan IT, baik dalam segi Software maupun Hardware. Kami menyediakan Jasa IT secara keseluruhan dari Penyediaan Hardware (termasuk Server) sampai dengan License Software dan Instalasi Network beserta Software2 yang dibutuhkan.

Kami sudah bergerak dalam bidang ini selama puluhan tahun dan sudah memiliki berbagi Klien baik dari small, mid, bahkan sampai perusahaan TBK sudah pernah kami handle.

Untuk keterangan lebih lanjut silahkan Hubungi kami melalui Form di bawah ini.

Beat Making Software

Having a good Beat Making Software is essential for any Musician that uses Electronic Instrument.
Whether you are a Professional Artist or just a Hobbyist, it wouldn’t hurt to have a good Beat Making Software.

In this case I would like to introduce 2 of the product that has high popularity and good review.

1. BTV  (Just click on the Link)

2. DrDrum (Just click on the Link)

I hope this information could benefit all the Musician out there that are searching for a good Beat Making Software.

 

Berikut saya sharing pengalaman saya di hari pertama Indocomtech 2014 yaitu tgl 29 oktober 2014.

Background

Berawal dari handphone BB Onyx 2 saya yang sepertiya mulai ngadat setelah dipakai hampir 4 tahun, akhirnya saya memutuskan untuk mengganti hp baru. Saya sendiri bukan tipe yang suka gonta ganti HP tiap kali ada type baru Launching. Jadi saya butuh sesuatu yang bisa tahan lumayan lama.

Setelah Browsing di internet sebelum ke Indocomtech, akhrinya saya list beberapa smartphone yang saya tertarik miliki.

  • Oppo Find 7a
  • LG G3
  • LG Nexus 5
  • Sony Xperia Z2

Sebenarnya Galaxy S5 juga masuk radar saya, tapi harganya tidak masuk karena masih kepala 7.

Hari H

  1. Oppo Find 7a
    Ternyata harga di pameran maupun di luar pameran pun sama persis yaitu di 6 jt, bedanya cuma dapat power bank saja.
    Insentif utk beli terus terang semakin berkurang gara2 ini. Dan sebenarnya ukurannya juga agak kebesaran untuk saya.
  2. LG G3
    Booth yang melayani saya lumayan friendly, tapi karena saya tahu review baterenya tidak bagus, saya iseng2 tanya dan gali terus tentang baterenya, akhirnya salah satunya berkata bahwa dia butuh minimal 2 kali charge dalam 1 hari pemakaian (heavy Whatsapp user tanpa henti). Disini interest saya mulai berkurang.

    Untuk harga yang termurah yang saya tanya adalah 6.490.000 dan bonusnya juga lumayan. Tapi ternyata saya cek di booth lain kalau pakai BRI bisa dengan harga 6.199.000 dengan bonus yang lebih banyak. Karena saya bukan pengguna BRI, jadi saya tidak mungkin dapat penawaran terbaik, sehingga merasa kurang “kena” kalau beli ini.

  3. LG Nexus 5
    Walaupun satu perusahaan dengan tempat saya tanya LG G3, tapi staff yang melayani waktu saya tanya2 ttg Nexus 5 beda orangnya. Dan dinilai dari sikapnya seakan-akan tidak niat sama sekali jual Nexus 5 ini, apalagi katanya barangnya tidak ada dan ga tahu kapan bisa sampe di pameran ini. Jadi intinya saya skip.
  4. Sony Xperia Z2
    Sebenarnya bukan prioritas tertinggi di list saya, tetapi setelah saya test ternyata lumayan responsif. Beda dengan LG G3 yang pas saya test terkadang masih terlihat lag sedikit. Saya sering pinjam produk Apple milik orang lain, jadi mungkin terbiasa dengan respon yang cepat untuk touch screen.

    Namun ada kelemahannya, yaitu batere tanam (tidak remove-able) dan kualitas Camera selfie yang jauuuuuuh banget dibawah Oppo find 7a dan LG G3.

    Tapi ternyata dari sisi harga saya mendapatkan harga terbaik di pameran ini. Ditambah dengan staff yang lumayan friendly dan tidak terkesan sombong, walaupun pengetahuan masih salah2 karena saya kan udah cek dulu barangnya di internet. Akhirnya saya putuskan Beli ini. BRI saja yang sponsor utama , promonya adalah Z2 dengan harga 6.5 juta. Lalu di booth2 lain ada yang 7 jt. dan ada 1 lagi yang 6.2 jt dgn BCA, tapi di booth tempat saya coba pertama kali tetap yang paling murah yaitu dengan 6 jt (sebenarnya 5,999,000).

    Dari sisi harga dan spec, ini baru kerasa puas beli barang di pameran dapat barang premium dengan discount besar. Apalagi pas saya beli ternyata dinomorin, jadi ternyata unitnya dibatasin cuma bbrp buah saja untuk promo cashback ini (kalau tidak salah 3 unit perhari selama pameran). Feeling beli barang di pameran jadi “kena” banget.

Setelah decide barangnya kemudian masuklah antrian, ternyata di tempat saya beli ini Antriannya PUAARAHH, karena di tempat saya beli ini dia juga ada clearance sale 80% untuk barang2 ex-service dan pernah reject. Walaupun antrian untuk clearance sale dan reguler dipisah, tapi tetap saja regulernya juga lama. Apalagi ternyata mesin EDC untuk debit bca sempat bermasalah dan internetnya pun sempat down, sehingga banyak yang dilakukan dengan manual. Setelah antri 1 jam lebih akhirnya dapat juga (bapak2 yang antri di belakang saya sampai ngamuk dan tinggalin antrian karena kelamaan).

Special Note

Sebenarnya di Booth Samsung sedang ada Trade In program juga. Jadi untuk BB Onyx 2 saya, ternyata kalau di trade in dengan samsung S5, saya hanya tambah 6 jt. Tapi sayang sekali karena sudah ada dead pixel di BB saya, ternyata barang saya di reject dan dinyatakan tidak bisa untuk trade in.

Conclusion

Ini pendapat pribadi saya aja. tapi kalau anda mau hunting barang premium dengan harga discount di Indocomtech 2014. Maka Sony Z2 dengah harga 6 jt menurut saya adalah salah satu pilihan terbaik di pameran ini. Asalkan anda bisa rela selfie dengan camera 2.2 mp dan batere tidak removeable.

In other note, apabila anda pengguna BRI card, mungkin LG G3 seharga 6.2 jt dengan bonus yang banyak bisa menjadi point menarik utk anda.

2nd Part of my curse of knowledge (I will use Indonesian in this post)

Inti : Kita tidak boleh merasa punya wewenang atas sesuatu yang tidak bisa kita putuskan 100 %

Example 1:

Kamu merasa bahwa salah 1 anggota keluarga mu anggaplah si X ini lagi free waktu weekend.
Lalu kamu bikin janji dengan teman2 dan berharap bahwa si X ini lah yang akan mengantar mu
ke tempat meeting point dengan teman2. Tapi pada hari H ternyata si X ini sudah ada janji dan tidak
bisa mengantar kamu. Akhirnya janjinya cancel hanya karena kamu merasa kamu punya control atas
kegiatan si X.

Example 2:

Kamu adalah seorang Ibu, lalu kamu tahu bahwa salah 1 anak kamu akan keluar negeri beberapa waktu
dan rumahnya kosong. Lalu dengan keputusan sendiri tanpa make sure dengan si anak tersebut kamu
langsung bilang ke anak yang lain lagi bahwa rumah itu akan kosong jadi bisa ditinggali.
Tetapi ternyata setelah ditanya lebih lanjut, karena berbagai alasan tertentu jadi tidak bisa
ditinggali. Ini juga merupakan kutukan dari pengetahuan, karena si Ibu merasa mengetahui segala sesuatunya
dan memutuskan sendiri tanpa memastikan dengan empunya rumah. Padahal rumah itu adalah
milik anaknya, bukan miliknya

Example 3:

Kamu mau bikin party. Lalu kamu undang beberapa orang. Ada yang punya mobil dan ada yang tidak.
Kamu lalu berharap yang tidak punya mobil semuanya bisa ikut dengan yang ada mobil dan semuanya bisa OK.
Lalu kamu dengan yakinnya mengajak orang lain lagi dan bilang oh si A, si B, si C dll semuanya sudah confirm ikut loh.
Eh tapi ternyata setelah di cek lebih lanjut si C sebenernya belum confirm , lalu si B juga ternyata hanya confirm
kalau si C confirm dan lain sebagainya. Disini kesalahannya adalah karena kamu merasa semua orang pasti ingin
datang ke party mu. Padahal kamu tidak tahu diluar itu mungkin dia punya jadwal lain yang harus dia sacrifice dll.

Example2 diatas diambil dari orang2 yang dekat dengan saya.

Saya tegaskan lagi inti yang ingin saya katakan adalah : kita tidak berhak dan tidak punya wewenang untuk mengambil keputusan
atas orang lain hanya berdasarkan karena pengetahuan kita. Jadi tetap harus di confirm ulang ke orang tersebut.

Recently I met with a lot of great people with good knowledge. Most of them are like twice or 1.5 times of my age. And I found some interesting point when they talked to me.

I don’t need to argue that my knowledge is still notthing compared to them but I realized there are tendency that when you know something very well and started to talked about it to other people, subsconciously you may think that person that you talked too have the same level of knowledge with you. Which is not always a good think.

Especially when the topic reach some religious thought, well of course it’s okay for someone to know their religion very well and could tell anything inside out of their religion, but hoping someone other to make the same level of faith just because you’re knowledgeable about some religion is not something that I fond of.

Okay reigious topic did have tendency to became like that. But even in another topic sometimes thinks like this happened too.

For example:

Someone gave you media file because they think it’s really good and helped them, so you put one quick glance and decided to read more when you have time and enough interest. In the next day, that someone asked you how is the book etc and you couldn’t tell because you only have a glimpse impression which is very normal and he got mad. This is in my thought what is to be called the curse of knowledge and faith.

Summary:

What I want to tell basically is that just because you have some knowledge and faith, you couldn’t just expect every other person you talked to could have that same knowledge and faith too. Even you tried to give books, cd, etc but it’s not in your rights to make someone other to read or watch everything as you hoped for.

My first post since I came home to Indonesia several months ago. So many think want to share, so little time and busy schedule.

Anyway regarding to job hunting, here are some my chronological breakdown

  • January 2010, Decided to start look for another job
  • January – July 2010, go to several interview, but very limited since I dont have N1 certification
  • July 2010, Taking N1 Japanese certificate exam to increase my probability to get hired (I did pass)
  • July¬† 2010 – January 2011, After getting N1, lots of job offer came and when to a lot of interviews
  • January 2011, Managed to get to the final interview of the company that I really wanted to join
    However with the reason that suddenly they changed the job requirement to at least Master degree holder
    I didn’t get the job
  • February 2011, Quit my job in Japan, Head section and Chief of HR tried hard to make me stay there by
    promising promotion, better income etc. But it’s too late I already made up my mind
  • March 2011, Came back to Indonesia (not because of the earthquake, I already resign at February)
  • March 2011 – April 2011, just within 1 month time span I had 4 interviews in Jakarta and 11 interviews in Singapore
    (Yes I did went to Singapore too) and passed most of the interviews

After summarizing all the company that wanted to hire me, I made top 3 list (all of them are Japanese company)

  1. General Trader (Import Export) in Jakarta
  2. Bank in Singapore
  3. Telecom Company in Jakarta

After having hard time and some dilemma to choose, I decided to join 1 of them and start working since end of April 2011.
Currently when I’m writing this, I haven’t become their permanent worker yet. But so far so good, I’ve met a lot of
great people since I joined.

Japan’s Earthquake donation

Japan has been my home for the past 4 years. The earthquake, tsunami and also nuclear reactor plant crisis that Japan face right now is a serious problem. The least I could do is to donate to their red cross for disaster relief.

Taken from the official japan red cross’ website

http://www.jrc.or.jp/english/relief/l4/Vcms4_00002070.html

This is the account number information

Name of Bank: Sumitomo Mitsui Banking Corporation
Name of Branch: Ginza
Account No.: 8047670 (Ordinary Account)
SWIFT Code: SMBC JP JT
Payee Name: The Japanese Red Cross Society
Payee Address: 1-1-3 Shiba-Daimon Minato-ku, Tokyo JAPAN

I’ve donated this morning and I encourage anyone who live in Japan’s Tokai,Chubu and Kansai area (and all other area that weren’t affected by the disaster) to donate if you have some money to spare.

 

March 11th, 2011.

Today I have an interview session via Skype from Japan with the prospect employer in another country. At morning around 10.00 Am I got phone call that he wanted to change the schedule from 13.00 Pm to 16.00 Pm. Which is good for me because I have more time to prepare myself.

At around 15.00 Pm while I’m preparing for the interview session (wearing suits, necktie etc) the quake came in. It is not my first earthquake experience but it is definitely one of the biggest I’ve ever encounter. I tried to check to Japan’s earthquake site but the site itself was down. So I checked the American website and found that the epicenter of 7.9 earthquake is 700km apart from my place. Later on it got updated to 8.9.

The interview went on at 16.00Pm smoothly without the quake.

After the interview I went to BBC news website and see a shocking image of the earthquake and tsunami that hit Japan. It is really scary, just like watching armageddon sci-fi movie.

My actual plan is to go to tokyo yesterday at March 10th, but because the ticket has been sold out, I changed it to March 11th. And guess what, at March 11t, the earthquake hit and my destination place is also got hit by it. I couldn’t imagine if I DO go to tokyo at March 10th. I guess I’ve been blessed by unknown force.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.