2nd Part of my curse of knowledge (I will use Indonesian in this post)

Inti : Kita tidak boleh merasa punya wewenang atas sesuatu yang tidak bisa kita putuskan 100 %

Example 1:

Kamu merasa bahwa salah 1 anggota keluarga mu anggaplah si X ini lagi free waktu weekend.
Lalu kamu bikin janji dengan teman2 dan berharap bahwa si X ini lah yang akan mengantar mu
ke tempat meeting point dengan teman2. Tapi pada hari H ternyata si X ini sudah ada janji dan tidak
bisa mengantar kamu. Akhirnya janjinya cancel hanya karena kamu merasa kamu punya control atas
kegiatan si X.

Example 2:

Kamu adalah seorang Ibu, lalu kamu tahu bahwa salah 1 anak kamu akan keluar negeri beberapa waktu
dan rumahnya kosong. Lalu dengan keputusan sendiri tanpa make sure dengan si anak tersebut kamu
langsung bilang ke anak yang lain lagi bahwa rumah itu akan kosong jadi bisa ditinggali.
Tetapi ternyata setelah ditanya lebih lanjut, karena berbagai alasan tertentu jadi tidak bisa
ditinggali. Ini juga merupakan kutukan dari pengetahuan, karena si Ibu merasa mengetahui segala sesuatunya
dan memutuskan sendiri tanpa memastikan dengan empunya rumah. Padahal rumah itu adalah
milik anaknya, bukan miliknya

Example 3:

Kamu mau bikin party. Lalu kamu undang beberapa orang. Ada yang punya mobil dan ada yang tidak.
Kamu lalu berharap yang tidak punya mobil semuanya bisa ikut dengan yang ada mobil dan semuanya bisa OK.
Lalu kamu dengan yakinnya mengajak orang lain lagi dan bilang oh si A, si B, si C dll semuanya sudah confirm ikut loh.
Eh tapi ternyata setelah di cek lebih lanjut si C sebenernya belum confirm , lalu si B juga ternyata hanya confirm
kalau si C confirm dan lain sebagainya. Disini kesalahannya adalah karena kamu merasa semua orang pasti ingin
datang ke party mu. Padahal kamu tidak tahu diluar itu mungkin dia punya jadwal lain yang harus dia sacrifice dll.

Example2 diatas diambil dari orang2 yang dekat dengan saya.

Saya tegaskan lagi inti yang ingin saya katakan adalah : kita tidak berhak dan tidak punya wewenang untuk mengambil keputusan
atas orang lain hanya berdasarkan karena pengetahuan kita. Jadi tetap harus di confirm ulang ke orang tersebut.

Advertisements